Bersabarlah wahai diriku
Hidup bukanlah suatu yang perlu dinikmati. Hidup hanya sesaat, hanya sekali. Bukan untuk disiasiakan, bukan untuk dibuat tak berarti. Hidup hanya seperti dirimu dikala mengambil air sebuah sumur, untukmu minum kelak. Terlalu banyak kau ambil, hanya akan menjadi sia-sia, hanya melelahkanmu. Terlalu sedikit kau ambil, akan meringankanmu, tetapi akan menyiksamu saat kau harus mati kehausan.
Hidup ini hanyalah perhitungan manusia. Manusia berhitung, untuk dapat melakukan sesuatu dengan tepat, dengan perhitungan yang matang. Agar manusia dapat melalui jalan pulang dengan membawa air yang cukup, tak kurang, tak berat dan tak ringan.
Terkadang kita mendapat ujian di tengah jalan. Terkadang dirimu dikhianati oleh orang kepercayaanmu. Terkadang kau harus berkorban untuk orang di sampingmu.
Ketika dirimu bertemu teman di jalan pulang, kau bersama dengannya, berbagi suka dukamu selama di perjalanan. Menjadi penghiburmu dikala dirimu bersedih.
Tapi terkadang dirimu tak bisa serakah, ada kalanya dirimu harus menyimpan masalahmu, untuk memberikan wajah ceria, menghibur temanmu dikala senyuman hilang dari wajahnya. Terkadang kau membiarkan dirimu sakit, hanya agar temanmu itu tak sengsara. Menyembunyikan permasalahanmu, dikala temanmu itu membutuhkanmu.
Suatu saat ia akan mengerti. Kebahagiaannya adalah segalanya bagimu.
Karena ada cinta di hatimu.
.jpg)
0 comments:
Post a Comment